PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
SUB-KANAL RESMI Kanal Opini

Wacana Reformasi Fiskal

Gagasan tata kelola daerah dan keadilan anggaran

TELAAH EKSEKUTIF REDAKSI
Sintesis Otomatis • 6 Liputan Terverifikasi

Poin strategis dan dinamika kebijakan terkini pada sub-kanal Wacana Reformasi Fiskal:

  • › Penurunan bertahap kuota produksi batubara dan royalti fosil berpotensi menekan kas APBD di puluhan kabupaten/kota penghasil tambang.
  • › Ketergantungan tinggi pada Dana Bagi Hasil (DBH) mineral dan batubara menciptakan kerentanan fiskal struktural jika tidak diantisipasi sejak dini.
  • › Pemerintah daerah perlu mempercepat diversifikasi ekonomi ke sektor pariwisata berbasis alam, agroforestri, dan industri olahan lokal.
|Opini· 5 mnt

Transisi Energi dan Ketahanan Fiskal: Menguji Daya Tahan APBD Menghadapi Penurunan Dana Bagi Hasil Tambang

Transformasi menuju ekonomi hijau memerlukan reorientasi pendapatan asli daerah dan diversifikasi sektor produktif agar kas pemerintah daerah tidak mengalami shock berkepanjangan.

LIPUTAN TERKAIT WACANA REFORMASI FISKAL