Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) resmi merilis capaian realisasi investasi pada kuartal III yang menyentuh angka fantastis Rp431,48 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan tahunan sebesar 15,24%, sekaligus mengonfirmasi ketahanan iklim usaha Indonesia di tengah perlambatan ekonomi negara-negara maju.
Salah satu sorotan paling fundamental dalam laporan tersebut adalah tren keberlanjutan investasi yang semakin bergeser ke luar Pulau Jawa, yang kini menguasai 50,7% dari total realisasi modal yang masuk.
Pemerataan Manufaktur dan Logistik
Kawasan Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera menjadi tujuan primadona berkat ketersediaan kawasan industri terintegrasi yang dekat dengan sumber bahan baku energi hijau dan bahan baku baterai.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatatkan porsi tertinggi, disusul oleh industri logam dasar dan pertambangan bernilai tambah.
Penyebaran investasi ke luar Jawa bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas struktural baru perekonomian kita yang melahirkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi regional yang kokoh.
Pemerintah menargetkan kumulatif investasi hingga akhir tahun dapat melampaui target ambisius Rp1.650 triliun, didukung kepastian regulasi pasca-pemilu dan insentif perpajakan yang kompetitif.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.